Foto: istimewa | Tampak Ibu Selvi Ananda Gibran Rakabuming ketika mengikuti acara Peringatan HUT ke 45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kemarin.
Balikpapan, Jurnal Mamberamo Foja — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kriya dan wastra di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Umum Dekranas, Ibu Selvi Ananda Gibran Rakabuming, dalam sambutannya menegaskan bahwa semangat “Perajin Berdaya, Mendunia!” yang diusung tahun ini merupakan wujud komitmen untuk terus mengangkat potensi industri kreatif berbasis warisan budaya lokal. Ia menekankan bahwa peringatan ini bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga bagian dari langkah nyata dalam memperkuat ekosistem kerajinan nasional.
“Pembinaan harus menjangkau semua perajin, termasuk yang berada di wilayah-wilayah terluar dan terpencil. Akses terhadap pelatihan, pasar, serta keikutsertaan dalam pameran harus adil dan merata,” ujar Ibu Selvi. Ia juga menambahkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai jembatan penghubung antara perajin dan konsumen global.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Selvi juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dekranas yang selama ini aktif menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina industri kerajinan. Dari total sekitar 60 juta pelaku UMKM di Indonesia, sebanyak 18 juta di antaranya bergerak di sektor fashion dan kerajinan yang berada dalam pembinaan Dekranas.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Ketua Umum Dekranas turut meninjau arena pameran yang menampilkan 170 stan kerajinan dari berbagai daerah dan 120 stan kuliner khas Nusantara. Ia juga secara simbolis menyerahkan bantuan sosial berupa 800 pasang kacamata gratis untuk masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Dekranas berharap perajin Indonesia mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan identitas budaya lokal yang menjadi kekuatan utama produk kerajinan Nusantara.
Laporan: Sony Rum

















