Foto: Andre | Sekwan DPR Papua Dr. Juliana J. Waromi, SE., M.Si saat menyerahkan hewan kurban kepada Ketua panitia Mulyani, S.Sos., M.Si
Juli Waromi: Sisihkan untuk Sesama
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah di lingkungan DPR Papua berlangsung penuh makna. Meski jumlah hewan kurban tahun ini menurun, semangat kebersamaan dan kepedulian lintas iman justru semakin terasa dalam proses penyembelihan dan distribusi daging kurban, Jumat (6/6/2025).
Empat ekor hewan kurban disembelih oleh panitia dan dibagikan kepada para pegawai, tenaga kontrak, tenaga keamanan, serta pihak lain yang terlibat dalam aktivitas kerja di kompleks DPR Papua.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Papua, Dr. Juliana Waromi, SE., M.Si menekankan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual, tetapi momentum untuk menyisihkan sebagian rezeki bagi sesama yang membutuhkan.
“Idul Adha mengajarkan kita untuk menyisihkan sebagian dari apa yang kita miliki selama setahun untuk orang lain yang membutuhkan. Ini soal nilai kasih dan kepedulian, bukan jumlah,” ujar Juli Waromi kepada media.
Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR Papua, Wagus Hidayat, SH., yang menilai semangat berbagi ini tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, tapi juga turut melibatkan rekan-rekan lintas agama.
“Kita berbagi dari kita untuk kita. Nilai ibadah dan solidaritas sosial sangat terasa. Bahkan teman-teman Nasrani ikut ambil bagian dalam proses penyembelihan dan distribusi kurban,” katanya.
Ketua Panitia Hari Raya Kurban, Mulyani, S.Sos.,M.Si menyampaikan bahwa meski hanya empat ekor sapi yang dikurbankan tahun ini, pembagian tetap dilakukan secara merata dan tertib.
“Tahun lalu kami sempat menyembelih enam sampai tujuh ekor, tahun ini hanya empat. Tapi Alhamdulillah, pelaksanaan tetap berjalan lancar. Sekitar 280 kupon dibagikan untuk pegawai ASN, P3K, tenaga layanan, dan tenaga keamanan. Semua mendapatkan bagian,” jelas pria yang menjabat juga sebagai Kepala bagian Keuangan Setwan DPR Papua itu .
Pelaksanaan kurban ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan persaudaraan di lingkungan DPR Papua, melampaui sekat-sekat keagamaan.
Laporan: Andre

















