Bupati Yunus Wonda: Pendidikan Berkualitas Harus Sampai ke Kampung Terpencil

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa / Tampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda didampingi Wabup Haris Richard Yocku, S.H., bersama Kepala BPKP Provinsi Papua Dr. Junus Simangunsong dan jajaran TNI-Polri, di sela-sela penandatanganan pakta integritas, di Aula lantai II, kantor Bupati, Senin (26/5).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura menandatangani Pakta Integritas Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Penandatanganan berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Senin, 26 Mei 2025.

banner 325x300

Pakta integritas ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjalankan SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan bebas diskriminasi, demi mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata bagi semua anak di Kabupaten Jayapura.

Kepala BPMP Provinsi Papua, Dr. Junus Simangunsong, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB harus menjadi pintu awal menuju layanan pendidikan yang berkualitas.

“SPMB bukan sekadar seleksi masuk, tapi bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan yang ramah, adil, dan mengakomodasi kebutuhan spesifik daerah,” ujarnya.

Junus menekankan pentingnya membangun lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, serta inklusif bagi siswa dari berbagai latar belakang suku, agama, dan sosial ekonomi.

“Pengalaman belajar anak harus dekat dengan rumah, berinteraksi positif dengan teman sebaya, dan memperhatikan keterbatasan masyarakat kurang mampu. Itulah esensi pendidikan berkeadilan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB harus mengacu pada Peraturan Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025, yang mewajibkan pelaksanaannya secara objektif dan akuntabel mulai awal Juni.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., menyampaikan apresiasinya atas dukungan BPMP Papua dalam mendorong pelaksanaan SPMB yang berintegritas. Ia menyoroti tantangan nyata yang masih dihadapi dunia pendidikan di Jayapura, terutama terkait akses dan pemerataan.

“Di beberapa kampung dan distrik yang saya kunjungi, anak-anak semangat untuk sekolah, tapi harus menempuh jarak jauh dan menghadapi keterbatasan guru. Ini situasi yang sangat memprihatinkan,” katanya.

Bupati Yunus menegaskan, pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam visi-misi pemerintah daerah.

“Kalau hari ini anak-anak bisa sekolah, itu berarti masa depan Jayapura dan Papua punya harapan. Kami tidak ingin visi misi hanya jadi slogan kami laksanakan dan kawal sampai tuntas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak, termasuk tokoh adat dan lembaga adat, agar pendidikan dapat menjangkau seluruh anak-anak di wilayah Jayapura.

“Jika generasi Tabi mendapat akses pendidikan yang layak, maka Papua akan tumbuh bersama generasi emasnya,” ujarnya.

Bupati Yunus juga mendorong pengembangan konsep asrama pendidikan sebagai solusi jangka panjang dalam menjawab kesenjangan akses pendidikan, terutama di wilayah terpencil.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *