Foto: Irfan | Tampak Herlin Beatrix Monim, SE., MM., Wakil Ketua I DPR Papua, ketika memberikan keterangan pers di Pantai Khalkote, tempat Festival, Sabtu (29/8).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Pelaksanaan Pra Festival Danau Sentani (FDS) XV di Kabupaten Jayapura dinilai terus menunjukkan perkembangan positif. Namun, kemajuan penyelenggaraan tersebut perlu diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, kenyamanan dan kelestarian kawasan festival.
Tokoh yang turut menggagas lahirnya FDS, Herlin Beatrix Monim, juga selaku Ketua I DPR Papua menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penutupan Pra FDS XV di kawasan Festival Danau Sentani, Sabtu (29/8/2026).
Herlin mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jayapura yang dinilai semakin baik dalam mempersiapkan pelaksanaan festival, baik dari sisi infrastruktur maupun keterlibatan masyarakat dan peserta.
“Pelaksananya dari waktu ke waktu sangat baik sekali. Tahun ini Pak Bupati mempersiapkannya dengan baik. Kita lihat dari antusias para pengunjung maupun seluruh peserta yang terlibat dalam begitu banyak kegiatan,” kata Herlin.
Menurutnya, perkembangan FDS sejak awal penyelenggaraan hingga kini cukup signifikan. Ia berharap festival tersebut terus dikembangkan sebagai salah satu ikon pariwisata Kabupaten Jayapura.
Dari Daerah Transit Menjadi Destinasi Wisata
Herlin mengungkapkan, dirinya merupakan salah satu pihak yang ikut menggagas penyelenggaraan FDS ketika masih menjabat sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jayapura bersama Ketua Kadin saat itu, Maurits Vele.
Gagasan tersebut, kata dia, salah satunya didorong keinginan menjadikan Kabupaten Jayapura bukan sekadar wilayah yang dilewati wisatawan, tetapi mampu menjadi tujuan wisata.
“Tujuan kita pada waktu itu adalah bagaimana Kabupaten Jayapura ini bukan hanya menjadi tempat transit, tetapi menjadi destinasi wisata,” ujarnya.
Karena itu, menurut Herlin, keberadaan FDS harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura secara khusus di kawasan Danau Sentani.
Ia berharap mama-mama Papua dan pelaku UMKM lokal memperoleh ruang yang cukup untuk memasarkan sekaligus mengembangkan produk mereka.
“Ketika ada event festival begini, kita lihat bagaimana masyarakat UMKM bisa bersama-sama terlibat dan diberikan kesempatan untuk mengembangkan usaha-usaha kecil melalui jualan mereka,” katanya.
Masyarakat Harus Punya Kesadaran Wisata
Herlin menilai pelaksanaan Pra FDS XV secara umum berjalan aman dan lancar. Ia berharap pelaksanaan puncak nantinya dapat berlangsung lebih meriah dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Namun, ia mengingatkan bahwa membangun destinasi wisata bukan hanya tugas pemerintah.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kawasan sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi daya tarik utama FDS.
“Untuk melestarikan budaya ini menjadi satu daya tarik, kita butuh kerja sama antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengatakan berbagai fasilitas telah disiapkan pemerintah untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Karena itu, fasilitas tersebut harus dirawat dan dijaga bersama.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah persoalan kebersihan kawasan festival.
“Pelaksanaan sudah sangat bagus, tetapi kawasan ini harus dijaga kebersihannya,” ujarnya.
Wanita asal Sentani yang juga politisi Partai NasDem Papua ini melihat kondisi kawasan FDS saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat festival pertama kali digelar. Infrastruktur yang sebelumnya masih berupa tanah dan pengerasan kini telah mengalami peningkatan sehingga kawasan menjadi lebih nyaman.
Namun, pembangunan fisik tersebut, kata dia, harus diikuti perubahan perilaku masyarakat.
“Pemerintah menyediakan tempat-tempat sampah dan semua fasilitas, tetapi masyarakat harus punya kesadaran. Sadar wisata ini salah satu bagiannya,” katanya.
FDS Jangan Hanya Ramai Saat Festival
Herlin menilai keamanan, kenyamanan dan kebersihan merupakan tiga unsur penting dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan.
Jika kawasan terjaga dan nyaman, wisatawan akan memiliki alasan untuk kembali berkunjung.
Ia berharap kesadaran wisata masyarakat terus diperkuat sehingga FDS tidak hanya menarik pengunjung dari Papua, tetapi juga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan dari luar Papua hingga mancanegara.
“Harapan kita di puncaknya nanti lebih meriah dan lebih mendatangkan banyak wisatawan sehingga para pelaku UMKM ini bisa juga mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan ini,” ujarnya.
Herlin juga mendukung gagasan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menjadikan kawasan FDS sebagai destinasi wisata yang dapat dikunjungi sepanjang tahun, bukan hanya ketika festival digelar.
Menurutnya, konsep tersebut membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Ini milik kita, mari kita jaga, kita lestarikan bersama. Melestarikan itu tidak hanya menjaga nilai-nilai budaya, tetapi juga bagaimana kita menghormati dan menjaga kawasan ini dengan baik,” katanya.
Budaya Tetap Jadi Ruh FDS
Memasuki penyelenggaraan ke-15, Herlin menilai FDS telah mengalami banyak kemajuan, terutama dalam hal infrastruktur dan pengemasan kegiatan.
Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat nilai-nilai budaya yang menjadi dasar lahirnya FDS terabaikan.
“Sudah lebih dikemas lebih baik lagi dari tahun ke tahun dan ada kemajuan dari sisi infrastrukturnya sudah lebih siap dibanding yang pertama. Tetapi nilai-nilai budayanya tetap masih dijaga. Itu yang menjadi poin utamanya,” ujarnya.
Herlin berharap FDS tetap menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam mengembangkan pariwisata sekaligus menjaga warisan budaya masyarakat setempat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dari masa ke masa yang dinilai tetap memberikan ruang bagi pelestarian budaya melalui FDS.
“Siapapun bupatinya, kita beri apresiasi karena tetap memberikan ruang dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya di Kabupaten Jayapura,” pungkas Herlin.
Laporan: M. Irfan


















