Pemkot Jayapura Genjot Budaya Literasi, Pustakawan dan Guru Ikuti Bimtek

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Sony | Tampak Bimbingan Teknis Literasi Informasi bagi  Pustakawan, guru dan pegiat literasi, dihadiri oleh Wawali Jayapura Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., untuk menutup kegiatan yang di gelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura, Rabu (19/8) di Aula Siaan Soor, Kantor Walikota. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus mendorong peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru dan pegiat literasi.

banner 325x300

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Siaan Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (19/8/2026), dengan melibatkan peserta dari berbagai lembaga pendidikan, perpustakaan dan komunitas literasi.

Bimtek ini diikuti pustakawan, guru tingkat SD/MI dan SMP/MTs, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), perpustakaan kampung, perpustakaan kelurahan serta perpustakaan khusus yang berada di wilayah Kota Jayapura.

Baca juga: Tugu Pendidikan Abepura Dipoles, Wali Kota ABR Ajak Warga Jaga Ikon Kota

Kegiatan dibuka oleh Asisten II Setda Kota Jayapura yang hadir mewakili Wali Kota Jayapura, dr. Inyoman Sri Antari, M.Kes.

Pelaksanaan Bimtek menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang perpustakaan dan literasi.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin mampu mengelola dan menyajikan informasi yang berkualitas, sekaligus mendorong tumbuhnya budaya membaca di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pemerintah juga berharap pustakawan, guru dan pegiat literasi dapat mengambil peran lebih besar dalam mengajak generasi muda memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar dan pusat pengetahuan.

Kegiatan Bimtek tersebut kemudian ditutup oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Jayapura menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perpustakaan, kampung, kelurahan dan komunitas literasi untuk membangun budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan demikian, perpustakaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi berkembang menjadi pusat informasi, ruang belajar serta wadah pemberdayaan masyarakat.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *