Foto: Sony | Tampak Walikota Jayapura Dr. Abisai Rollo, SH., MH., didampingi Wawali Dr.Ir.Rustan Saru, MM., Kepala Dinas PUPR Kota, Asep A.M. Khalid, ST.,MM., juga Rudi Maswi bersama Sang putra Jordi Maswi selaku Pemilik PT. Sumber Makmur Group.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kota Jayapura terus membenahi wajah kawasan perkotaan. Salah satunya melalui renovasi dan penataan kembali Tugu Pendidikan yang berada di kawasan Lingkaran Abepura, Distrik Abepura.
Hasil renovasi dan penataan tersebut secara resmi diresmikan oleh Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H. (ABR), Selasa (18/8/2026).
Peresmian turut dihadiri Wawali Dr. Ir. Rustan Saru, MM., jajaran Forkopimda Kota Jayapura, pimpinan perangkat daerah, serta sejumlah undangan lainnya.
Renovasi Tugu Pendidikan dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemkot Jayapura menjaga sekaligus mempercantik salah satu ikon kawasan Abepura yang memiliki nilai historis dan simbolik, khususnya dalam bidang pendidikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jayapura, Asep A.M. Khalid, ST.,MM., dalam laporan dan sambutannya menjelaskan, Tugu Pendidikan Abepura yang lebih dikenal masyarakat sebagai Lingkaran Abepura berada di pusat persimpangan Jalan Gerilyawan, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura.
Menurut Asep, Tugu Pendidikan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kota Jayapura sehingga proses renovasi dilakukan dengan tetap mempertahankan bentuk utama, fungsi simbolik, serta nilai historis yang melekat pada kawasan tersebut.
“Ruang lingkup pekerjaan merupakan struktur fisik tugu sepanjang tidak mengubah bentuk utama dan fungsi simbolik Tugu Pendidikan Abepura,” jelas Asep.
Adapun pekerjaan renovasi meliputi pengecatan, penataan tampilan kawasan, pembersihan fisik tugu, hingga pemeliharaan taman di sekitarnya. Penataan juga dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan penghijauan lingkungan.
Asep menegaskan, seluruh pekerjaan dilakukan tanpa mengubah bentuk utama maupun fungsi dan nilai historis Tugu Pendidikan Abepura.
“Dalam melaksanakan pekerjaan, kami tidak mengubah bentuk utama, fungsi maupun nilai historis Tugu Pendidikan Abepura,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan PT Sumber Makmur Grup Abepura, Jordi Maswi, bersama Ruddy Maswi dan Piet Kainama, atas dukungan dan kerja sama dalam proses renovasi serta penataan kawasan tersebut.
Baca juga: HUT ke-81 RI, Walikota ABR: Tugas Kita Mengisi Kemerdekaan dengan Pembangunan
Sementara itu, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan bahwa penataan fasilitas publik merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan wajah kota yang lebih bersih, tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Menurut Abisai, Tugu Pendidikan bukan sekadar ornamen atau penghias kawasan Abepura. Keberadaannya memiliki pesan penting sebagai simbol pendidikan sekaligus pembangunan sumber daya manusia di Kota Jayapura.
“Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun generasi masa depan. Karena itu, berbagai simbol dan fasilitas yang berkaitan dengan pendidikan perlu dijaga, ditata dan dipelihara dengan baik,” pesan walikota.
Ia berharap hasil renovasi tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi kawasan Lingkaran Abepura.
Di tempat yang sama, Pimpinan PT Sumber Makmur Grup dan Supermarket, Jordi Maswi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses renovasi dan penataan kembali Tugu Pendidikan Abepura.
Jordi mengapresiasi dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, jajaran Forkopimda, Pemerintah Kota Jayapura, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mulai dari proses renovasi hingga penataan ulang Tugu Pendidikan ini,” ungkap Jordi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keindahan dan kondisi fasilitas Tugu Pendidikan yang telah direnovasi.
Jordi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas publik, termasuk membuang atau memecahkan botol, meludah pinang sembarangan maupun mencoret-coret tugu.
“Kami berharap semua pihak dapat membantu menjaga Taman Tugu Pendidikan ini. Jangan merusak tugu. Kepada anak-anak sekolah SMA, kalau sudah lulus jangan mencoret-coret tugu dan lingkungan sekitarnya,” harapnya.
Pemerintah Kota Jayapura menilai keberhasilan menjaga fasilitas publik tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting agar fasilitas yang telah dibangun dan ditata dapat bertahan dalam jangka panjang.
Renovasi Tugu Pendidikan Lingkaran Abepura pun menjadi bagian dari langkah Pemkot Jayapura dalam membenahi wajah kota secara bertahap, sekaligus menjaga keberadaan fasilitas publik yang memiliki nilai sejarah, pendidikan dan manfaat bagi masyarakat.
Laporan: Sonny Rumainum


















