Foto: istimewa | Tampak Kapolres Jayapura AKBP. Dionisius Helan, SIK., MH., mendampingi Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH., juga Dandim 1701 Jayapura Kolonel Inf. Taufik Hidayat, Plt. Sekda Dr. Yusuf Yambe Yabdi, M.MT., dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, M.Kes., Asisten Setda, jajaran Forkopimda, berserta staf lainnya ketika mengadakan konferensi pers, Sabtu (8/8).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Penyebab dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, hingga kini belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian bersama tim gabungan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengungkap penyebab sebenarnya.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan menegaskan, masyarakat diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan dari tim ahli dan laboratorium diterima.
Menurutnya, penyelidikan saat ini melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), TNI dan Polri.
“Penyelidikannya masih berjalan. Masih ada tim gabungan dari Dinkes, BPOM, TNI dan Polri yang sementara melakukan penyelidikan,” kata Kapolres saat konferensi pers bersama Bupati Jayapura Yunus Wonda, Dandim 1701 Jayapura Kolonel Inf Taufik Hidayat serta jajaran Forkopimda di Depapre, Sabtu (8/8/2026).
Ia menjelaskan, tim gabungan tersebut melibatkan tenaga ahli yang memiliki kapasitas untuk melakukan pemeriksaan secara teknis, termasuk memastikan apakah kondisi yang dialami penerima manfaat berkaitan dengan bakteri, kontaminasi makanan, maupun faktor lainnya.
Kapolres menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan maupun kapasitas keilmuan untuk menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.
“Saya bukan ahlinya. Saya sebagai Kapolres bukan ahli dalam menentukan itu. Saya hanya bilang bahwa itu dugaan,” tegasnya.
Baca juga: Kasus Keracunan MBG di Depapre Tembus 527 Korban, Dinkes Papua Pastikan Tak Ada Pasien Kritis
Karena itu, ia meminta masyarakat bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta keterangan resmi dari pihak yang memiliki kompetensi.
“Untuk menentukan bahwa ini begini atau bukan, ada ahlinya. Jadi penyelidikan masih sementara berlangsung oleh tim gabungan untuk menentukan secara spesifik terkait makanan tersebut,” ujarnya.
Di tengah proses penyelidikan tersebut, Kapolres menyatakan kepolisian tetap mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai program pemerintah pusat.
Namun, pelaksanaannya harus tetap mendapat pengawasan dan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi penerima manfaat MBG, atas kejadian yang terjadi di Depapre.
“Kita juga mohon maaf kepada masyarakat, terutama anak-anak. Kalau memang nanti hasilnya terkait MBG, bakteri atau apa, tetap akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan,” pungkasnya.
Hingga Sabtu (8/8/2026), penyelidikan dan pemeriksaan oleh tim gabungan masih berlangsung. Hasil laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab dugaan keracunan yang dialami sejumlah penerima manfaat MBG di Distrik Depapre.
Laporan: M. Irfan


















