Di Tengah Keterbatasan, Yayasan Darul Ulum Tetap Berbagi Kurban untuk Anak Yatim

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Upi Prihatini, SE., M.Si., Ketua panitia kurban Masjid dan Ketua Yayasan Darul Ulum Mukhlasin, S.Pd., dan pengawas Yayasan Abdul Gani, di sela penyembelihan hewan kurban, Rabu (27/5) di Doyo. 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Yayasan dan Masjid Darul Ulum Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, berlangsung penuh kebersamaan. Tahun ini, panitia kurban menyembelih sebanyak 13 ekor sapi dan 5 ekor kambing untuk dibagikan kepada masyarakat dan anak-anak yatim.

banner 325x300

Penyembelihan hewan kurban dilakukan secara bertahap. Yayasan Darul Ulum terlebih dahulu menyembelih tiga ekor sapi pada Rabu, 27 Mei 2026.

Sementara Masjid Darul Ulum melanjutkan penyembelihan 10 ekor sapi dan 5 ekor kambing pada Kamis, 28 Mei 2026.

Ketua Panitia Kurban Yayasan Darul Ulum, Upi Prihatini, SE., M.Si mengatakan, hewan kurban yang disembelih yayasan berasal dari partisipasi pengurus yayasan, guru TK, siswa TK hingga
masyarakat sekitar.

“Daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat sekitar yayasan dan pihak-pihak yang membutuhkan,” ujarnya.

Ketua Yayasan Darul Ulum, Mukhlasin, S.Pd menegaskan, penyaluran kurban tahun ini diprioritaskan bagi 47 anak yatim piatu binaan panti asuhan Darul Ulum.

Menurutnya, keberadaan panti asuhan menjadi alasan utama yayasan lebih memfokuskan penyaluran bantuan kepada anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu yang belum banyak tersentuh bantuan.

“Tujuan utama kami adalah berbagi dengan anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Darul Ulum. Setelah itu baru dibagikan kepada panitia dan anak-anak TK Darul Ulum,” katanya.

Baca juga: Masjid Babul Jannah Sentani Terima 9 Sapi Kurban, Jamaah Apresiasi Bantuan Bupati Jayapura

Mukhlasin mengaku, dibanding tahun sebelumnya jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan. Pada Idul Adha tahun lalu, yayasan masih menerima tambahan satu ekor kambing untuk disembelih.

Meski demikian, pihak yayasan tetap bersyukur karena masyarakat masih memiliki kepedulian untuk
berbagi melalui kurban.

Sementara itu, Pengawas Yayasan Darul Ulum, Abdul Gani menjelaskan, hewan kurban di Masjid Darul Ulum sebagian besar berasal dari swadaya masyarakat.

“Untuk masjid ada sembilan sapi dari masyarakat dan satu ekor sapi bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jayapura. Selain itu ada lima ekor kambing,” jelasnya.

Ia berharap jumlah hewan kurban di lingkungan Darul Ulum dapat terus meningkat setiap tahunnya sehingga semakin banyak masyarakat dan anak yatim yang menerima manfaat.

Di balik pelaksanaan kurban tersebut, Yayasan Darul Ulum juga masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan anak-anak yatim binaannya.

Hingga kini, yayasan belum memiliki asrama permanen untuk menampung 47 anak yatim piatu yang dibina.

Upi Prihatini mengungkapkan, keterbatasan dana menjadi tantangan terbesar yayasan dalam menjalankan program sosial.

“Kami masih terus mencari bantuan dengan mengajukan proposal ke berbagai instansi dan toko di Jayapura, tetapi kondisi ekonomi saat ini memang sangat sulit,” ungkapnya.

Karena belum memiliki tempat tinggal khusus, anak-anak yatim binaan yayasan sementara masih tinggal bersama keluarga masing-masing.

Pihak yayasan berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun para donatur untuk membantu keberlangsungan panti asuhan dan kebutuhan anak-anak yatim di Yayasan Darul Ulum Doyo Baru.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *