Masjid Agung Al Aqsa Sentani Jadi Fokus Pengawasan Hewan Kurban Disbunnak Jayapura

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak drh. Adorsina Wompere mewakili petugas dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Jayapura ketika mengikuti proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Al Aqsa Sentani, Rabu (27/5). 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Jayapura melakukan pengawasan langsung terhadap proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Al Aqsha Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu, 27 Mei 2026.

banner 325x300

Pengawasan ini dilakukan guna memastikan hewan kurban yang disembelih layak konsumsi dan aman dibagikan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunnak Kabupaten Jayapura, drh. Adorsina Wompere, mengatakan pihaknya turun langsung memantau kondisi daging hingga organ dalam hewan kurban, terutama hati sapi yang rawan terpapar cacing hati.

“Kami melakukan pemantauan setelah pemotongan, mulai dari kondisi daging hingga organ hati. Karena kalau ditemukan cacing hati, itu tidak boleh dibagikan kepada masyarakat karena bisa menular ke manusia,” jelasnya.

Menurut Adorsina, cacing hati termasuk penyakit zoonosis yang berbahaya apabila organ terinfeksi tetap dikonsumsi. Karena itu, bagian hati yang ditemukan mengandung cacing langsung dipisahkan dan dimusnahkan oleh petugas.

“Kalau ditemukan cacing hati, kami langsung ambil untuk dimusnahkan. Biasanya memang kondisi hatinya sudah rusak dan tidak layak konsumsi,” katanya.

Baca juga: 16 Sapi dan 3 Kambing Disembelih, 3000 Jamaah Padati Masjid Agung Al Aqsha Sentani

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, tim Disbunnak juga memantau proses pemotongan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat.

Tahun ini, Masjid Agung Al Aqsha Sentani menyembelih 16 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 22 ekor sapi kurban.

Dari total 16 sapi kurban, masing-masing satu ekor berasal dari Pemerintah Kabupaten Jayapura, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Sedangkan sapi lainnya merupakan sumbangan jamaah, warga, Saga Group, serta keluarga H. Sulaiman L. Hamzah.

Untuk mendukung pengawasan Idul Adha tahun ini, Disbunnak Kabupaten Jayapura menurunkan puluhan personel gabungan bersama mahasiswa STIPER.

“Kami menyiapkan sekitar 25 petugas dari Disbunnak dan dibantu mahasiswa STIPER, sehingga total hampir 40 orang yang turun melakukan pengawasan,” ungkap Adorsina.

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan di hampir seluruh masjid di Kabupaten Jayapura yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

“Di wilayah Sentani saja ada sekitar 30 masjid yang semuanya diawasi petugas. Hampir seluruh masjid di Kabupaten Jayapura terpantau, kecuali beberapa wilayah yang memang belum ada petugas,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk memastikan daging kurban yang diterima masyarakat benar-benar sehat, aman, dan layak konsumsi.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *