Foto: istimewa | Tampak pertemuan tim 9 bersama Gubernur Papua Matius Fakhiri, SIK., MH., di gedung Negara Dok V, Jayapura Utara.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Peta persaingan menuju kursi Ketua PSSI Papua periode 2026–2030 semakin mengerucut. Di tengah dinamika yang berkembang, dukungan kuat kini mengarah kepada satu nama, yakni Mathius D. Fakhiri.
Kelompok yang menamakan diri Tim 9 secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Fakhiri untuk memimpin PSSI Papua. Dukungan ini sekaligus mempertegas posisi Fakhiri sebagai kandidat yang paling menguat dalam bursa pemilihan.
Tim 9 sendiri terdiri dari gabungan mantan pemain Persipura dan Persidafon lintas generasi, mulai era 1970-an hingga 1990-an, serta para pemerhati sepak bola, tokoh masyarakat, dan pemilik hak suara dalam struktur PSSI Papua.
Dukungan tersebut menguat usai pertemuan yang digelar pada 20 April 2026 di Gedung Negara, Dok V, Jayapura. Dalam pertemuan itu, Fakhiri memaparkan langsung visi dan komitmennya untuk membenahi sepak bola Papua.
Langkah ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang mendorong reformasi tata kelola sepak bola hingga ke tingkat daerah.
Dalam pemaparannya, Fakhiri menegaskan kesiapan menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan anggaran hingga lemahnya sistem pengelolaan kompetisi.
Dorongan untuk maju sebagai ketua tak lepas dari keprihatinan terhadap merosotnya prestasi sepak bola Papua dalam hampir satu setengah dekade terakhir. Kondisi ini terlihat dari nasib Persipura Jayapura yang kini harus berjuang di Liga 2 setelah lama menjadi kekuatan utama sepak bola nasional.
Sebagai langkah awal, Fakhiri memberi mandat kepada Tim 9 untuk menyusun grand design pembangunan sepak bola Papua. Fokusnya mencakup pembinaan pemain dan pelatih, peningkatan kualitas wasit, pembenahan sistem kompetisi, hingga penguatan infrastruktur.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Sekretaris Tim 9, seluruh elemen sepak bola Papua dan masyarakat luas diajak bersatu mendukung pencalonan Fakhiri.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola Papua, sekaligus membuka jalan menuju kejayaan yang sempat menjadi identitas kuat di kancah nasional.
Laporan: Sony Rumainum

















