Foto: Irfan | Tampak Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kab Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.K.P., dan Kepala BKPSDM Kab Jayapura, Erni Kalem, SH., dan Perwakilan PT Bank Mandiri Taspen Cabang Jayapura foto bersama usai pelatihan usaha ayam petelur, di Hotel Grand Papua, Sentani, Jumat (17/4).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura mulai menyiapkan langkah konkret bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas agar tetap produktif.
Salah satunya melalui pelatihan usaha ayam petelur yang resmi dibuka pada Jumat, 17 April 2026, di Hotel Grand Papua, Kota Sentani. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, mewakili Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda. Pelatihan tersebut ditujukan untuk membekali para calon pensiunan dengan pengetahuan, keterampilan, sekaligus motivasi dalam membangun usaha mandiri.

Baca juga: Asisten II Setda Jayapura Buka Pelatihan Manajemen Koperasi Desa Merah Putih
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Abdul Rahman Basri, ditegaskan bahwa masa purna tugas bukanlah akhir dari produktivitas. Sebaliknya, fase tersebut menjadi peluang baru untuk tetap berkarya dan mandiri secara ekonomi.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada para pensiunan melalui program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, usaha ayam petelur dipilih karena dinilai memiliki prospek yang menjanjikan, dengan permintaan pasar yang stabil serta peluang pengelolaan jangka panjang sebagai sumber pendapatan.
Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pihak perbankan, dalam hal ini PT Bank Mandiri Taspen Cabang Jayapura, yang turut mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut.
“Kami mengapresiasi dukungan dari Bank Mandiri Taspen. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi ASN yang telah memasuki masa pensiun,” katanya.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk membangun usaha yang produktif, kreatif, dan berdaya saing.
Pemerintah juga mendorong para narasumber untuk menyampaikan materi yang praktis dan mudah dipahami, sehingga dapat langsung diterapkan di lapangan oleh para peserta.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Jayapura dalam memastikan para pensiunan tetap memiliki sumber penghasilan dan tidak bergantung sepenuhnya pada dana pensiun.
Laporan: M. Irfan

















