276 Stand Ramaikan FDS XV, Transaksi UMKM Tembus Rp1 Miliar

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak stand UMKM Provinsi Papua Selatan di lokasi Penutupan FDS ke 15

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 tidak hanya sukses menjadi panggung pelestarian budaya Papua, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Selama delapan hari rangkaian kegiatan, transaksi pelaku UMKM di lokasi festival tercatat lebih dari Rp1 miliar dan diproyeksikan mencapai Rp1,2 miliar.

banner 325x300

Festival yang dipusatkan di Kawasan Wisata Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, tersebut resmi ditutup Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, Sabtu (5/9/2026), di hadapan ribuan pengunjung.

Penutupan turut dihadiri Bupati Jayapura Yunus Wonda, Wakil Bupati Jayapura Haris Richard S. Yocku, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Vernando Wanggai, Anggota DPD RI Dapil Papua Carel Simon Petrus Suebu, perwakilan MRP Provinsi Papua, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, serta sejumlah Ondoafi/Ondofolo.

Besarnya perputaran ekonomi tersebut tidak terlepas dari tingginya partisipasi pelaku usaha dalam FDS XV. Dari total 276 stand yang disediakan, sebanyak 191 stand diisi pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP), sementara 85 stand lainnya diisi pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.

Ratusan pelaku usaha tersebut menawarkan beragam produk, mulai dari kriya, kuliner tradisional khas Papua, kuliner kekinian, olahan sagu dan pangan lokal, kerajinan tangan, aksesori hingga produk fesyen.

Baca juga: Membludak! 15 Ribu Warga Hadiri Malam Penutupan FDS XV

Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan, tingginya aktivitas ekonomi selama FDS menunjukkan bahwa festival tersebut telah berkembang menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk mempromosikan sekaligus memasarkan produk unggulan daerah.

“Selama delapan hari mulai dari pra-event pada 25-29 Agustus hingga main event FDS pada 3-5 September 2026 ini, masyarakat telah menyaksikan dan merasakan langsung kekayaan seni, budaya, kuliner, serta kreativitas warga Kabupaten Jayapura yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Yunus Wonda.

Menurutnya, FDS tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan hiburan tahunan. Lebih dari itu, festival menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pasar dan membuka peluang tumbuhnya wirausaha baru berbasis potensi lokal.

“Event FDS ini bukan sekadar hiburan masyarakat, tetapi menjadi ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kreatif, memperluas jaringan pasar, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis potensi lokal,” katanya.

Yunus menilai dominasi pelaku usaha OAP dalam pengisian stand menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat asli Papua untuk berkembang melalui sektor ekonomi kreatif.

Baca juga: FDS XV Catat 147 Ribu Pengunjung, Yunus Wonda: Ini Awal Pengembangan Wisata Khalkote

Di sisi lain, FDS XV juga dinilai berhasil mempertemukan kekayaan tradisi dengan kreativitas modern. Berbagai seni, budaya, kuliner dan kerajinan lokal ditampilkan berdampingan dengan produk-produk kreatif kekinian.

Atas suksesnya pelaksanaan FDS XV, Yunus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian, mulai dari seniman, budayawan, komunitas, pelaku UMKM, perangkat daerah, masyarakat dan tokoh adat, relawan, sponsor hingga jajaran TNI-Polri, khususnya Polres Jayapura yang turut menjaga keamanan selama festival berlangsung.

Apresiasi juga diberikan kepada panitia penyelenggara serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan festival hingga berjalan aman dan tertib.

“Kalau ada kekurangan di sana-sini, jangan salahkan ketua panitia, jangan salahkan siapa-siapa di sini. Salahkan saya dan Wakil Bupati saja, karena kami yang bertanggung jawab untuk semua ini,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah ikut menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan selama pelaksanaan FDS XV.

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Festival Danau Sentani yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan. Sehingga FDS XV 2026 dapat berlangsung secara nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Dengan tingginya transaksi UMKM serta dominasi pelaku usaha OAP, Pemerintah Kabupaten Jayapura berharap dampak ekonomi FDS tidak berhenti setelah festival berakhir.

Terlebih, Pemkab Jayapura memiliki komitmen untuk mendorong Kawasan Wisata Pantai Khalkote berkembang sebagai kawasan wisata dan kuliner permanen. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Yunus juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan kawasan, melestarikan budaya dan merawat lingkungan Pantai Khalkote agar tetap menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat maupun wisatawan dari luar Papua.

“Kepada seluruh masyarakat untuk membawa semangat kerja sama dalam kehidupan sehari-hari melalui pelestarian budaya, penguatan gotong royong, dan pemulihan ekonomi kreatif secara berkelanjutan,” ajaknya.

“Semoga hasil dan semangat dari festival ini memberi manfaat nyata dan jangka panjang bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura,” pungkas Yunus Wonda.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *