Foto: istimewa | Tampak atlet cabang olahraga lari sedang POMNAS XIX Jateng 2025 sedang mendengar arahan.

Semarang, jurnalmamberamofoja.com – Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX yang digelar di Semarang bukan sekadar arena perebutan medali, tetapi juga wadah pembelajaran bagi atlet muda.
Hal inilah yang dialami kontingen Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua, yang tetap menunjukkan semangat juang meski gagal pada sejumlah nomor pertandingan.
Ketua Tim Pomnas XIX Uncen Papua, Kristian Hamadi, mengakui hasil yang diperoleh memang belum maksimal. Beberapa cabang andalan, seperti bola basket dan atletik, belum mampu menembus babak final.
Baca juga: Hari Kedua POMNAS XIX: Vani Tabuni Sumbang Perunggu untuk Kontingen Papua
“Untuk basket, tim hanya menempati peringkat tiga dan tidak masuk final. Di nomor estafet 4×400 meter, atlet kita berada di posisi empat. Begitu juga pada lempar cakram, catur, dan pencak silat, keberuntungan belum berpihak pada kita,” ungkapnya.
Meski begitu, Uncen berhasil membawa pulang dua medali perak dan dua medali perunggu dari cabang karate dan pencak silat perorangan. Hasil ini dinilai cukup berharga, mengingat sebagian besar atlet yang diturunkan masih berstatus mahasiswa baru semester awal.
Baca juga: Perjuangan Tak Kenal Lelah, Kontingen Papua Berhasil Raih Medali di POMNAS Jateng
Kristian menekankan bahwa Pomnas tahun ini menjadi kesempatan emas bagi para mahasiswa untuk belajar menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional.
“Juara memang penting, tapi bukan itu tujuan utama. Yang lebih penting adalah pengalaman, pembentukan mental bertanding, serta membangun rasa percaya diri. Kami ingin atlet Papua terbiasa bersaing dengan mahasiswa dari berbagai provinsi,” jelasnya.
Selain itu, Kris Hamadi juga berharap momentum ini menjadi pemicu bagi peningkatan pembinaan olahraga mahasiswa di Papua.
Kris tegaskan, Uncen akan melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan program latihan lebih terarah agar ke depan para atlet bisa tampil lebih matang.
“Harapan kami, Papua bisa dipercaya menjadi tuan rumah Pomnas XX pada tahun 2028. Itu akan menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan besar untuk menunjukkan kesiapan Papua sebagai pusat penyelenggaraan olahraga mahasiswa nasional,” pungkasnya.
Laporan: Sony Rum

















