Peringati Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Yunus Wonda

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025, yang berlangsung di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Senin (2/6/25) pagi. 

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin, 2 Juni 2025.

banner 325x300

Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Perwira Upacara adalah Kasi Pers Rindam XVII/Cenderawasih, Kapten Inf. Sumarmo, sementara Komandan Upacara adalah Danki Secaba A Rindam XVII/Cenderawasih, Kapten Inf. Demianus Indey.

Upacara berlangsung khidmat dan tertib, diikuti oleh peserta dari unsur ASN, instansi vertikal, TNI, Polri, serta Satpol PP. Petugas pengibar bendera adalah Purna Paskibraka Kabupaten Jayapura tahun 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yunus Wonda membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Ia menyatakan bahwa pada 1 Juni 2025 bangsa Indonesia kembali memperingati momentum penting dalam sejarah, yakni Hari Lahir Pancasila.

“Ini bukan hanya peringatan atas rumusan dasar negara, tetapi juga peneguhan komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yunus.

Dengan mengusung tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045,” upacara ini, lanjutnya, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momen refleksi atas nilai-nilai dasar bangsa.

Ia menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif dalam pembukaan UUD 1945, melainkan merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, dan bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang adil dan makmur.

“Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia menyatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda,” ujarnya.

Yunus juga menambahkan, dari sila pertama hingga kelima terkandung prinsip-prinsip yang menuntun bangsa membangun dengan semangat gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Dalam konteks pembangunan nasional, ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan “Asta Cita” sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling mendasar adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

“Memperkokoh Pancasila berarti menegaskan bahwa pembangunan harus berakar pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Di tengah era globalisasi dan digitalisasi, tantangan terhadap Pancasila makin nyata seperti ekstremisme, intoleransi, dan disinformasi,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurutnya, perlu dilakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam semua dimensi kehidupan, mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital.

Ia juga menekankan pentingnya penanaman nilai Pancasila sejak dini, tidak hanya dalam pendidikan formal, tetapi juga dalam keseharian. Sekolah dan perguruan tinggi, katanya, harus menjadi tempat lahirnya generasi cerdas, tangguh, dan berintegritas.

“Di bidang pemerintahan, birokrasi harus mencerminkan pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat,” tegas Yunus.

Di sektor ekonomi, ia menegaskan pembangunan harus memberi manfaat seluas-luasnya, khususnya bagi pelaku UMKM, koperasi, dan ekonomi kerakyatan.

YW sapaan akrabnya menekankan bahwa membumikan nilai-nilai Pancasila adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa: pemerintah pusat dan daerah, ASN, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat umum.

“Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam setiap langkah dan kebijakan kita,” ajak Bupati Yunus.

Sebagai penutup, ia membacakan harapan besar dari Kepala BPIP agar Indonesia di masa depan bukan hanya dihormati karena kekuatan ekonomi, tetapi juga karena keluhuran budi dan kebijaksanaan rakyatnya.

“Nilai-nilai Pancasila harus menjadi denyut nadi pembangunan, agar cita-cita kemerdekaan dan persatuan tetap terjaga. Dirgahayu Pancasila! Jayalah Indonesiaku!” pekiknya, disambut tepuk tangan peserta upacara.

Upacara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Jayapura Haris Richard S. Yocku, S.H., Sekda Dr. Hana S. Hikoyabi, M.K.P., sejumlah anggota DPRK Jayapura, para asisten Setda Kabupaten Jayapura, serta perwakilan TNI-Polri dan pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Jayapura.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *