MAP Uncen Perkuat Wawasan Mahasiswa Lewat Benchmarking Bersama Pakar Nasional dan Internasional

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Sony | Tampak Prof. Dr. Dra. Yosephina Ohoiwutun, M.Si., Ketua Prodi Magister Administrasi Publik (MAP) bersama Mahasiswa program Pasca Sarjana Universitas Cendrawasih mengadakan Benchmarking dan kuliah bersama, Kamis (27/8) Aula Utama Gedung Kemitraan PT. Freeport Indonesia, Uncen Abepura. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP), Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih (Uncen), terus memperkuat kualitas pembelajaran mahasiswa melalui kegiatan benchmarking dan kuliah bersama secara daring.

banner 325x300

Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Gedung Kemitraan PT Freeport Indonesia Universitas Cenderawasih, Abepura, Kamis (27/8/2026), tersebut diikuti mahasiswa Magister Administrasi Publik Uncen dengan menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar dari tingkat nasional hingga internasional.

Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik Uncen, Prof. Dr. Dra. Yosephina Ohoiwutun, M.Si., mengatakan benchmarking merupakan bagian dari kurikulum dan menjadi agenda akademik yang wajib diikuti mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperluas wawasan, tetapi juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam memahami perkembangan administrasi publik, kebijakan pemerintahan, tata kelola organisasi, hingga inovasi pelayanan publik.

“Benchmarking ini merupakan bagian dari kurikulum Program Studi Magister Administrasi Publik. Dalam pelaksanaannya, kami menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” ujar Prof. Yosephina.

Ia menjelaskan, secara ideal benchmarking dapat dilakukan melalui kunjungan langsung ke perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, BUMN maupun BUMD. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung praktik pengelolaan organisasi, perumusan kebijakan, inovasi birokrasi dan pelayanan publik.

Namun, dalam dua tahun terakhir, pelaksanaan benchmarking MAP Uncen disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan akademik. Kegiatan yang sebelumnya dapat dilakukan melalui kunjungan langsung kini diperkuat dengan sistem daring.

“Selama dua tahun terakhir kegiatan ini tidak dilaksanakan melalui kunjungan langsung, sehingga kami menggantikannya dengan pertemuan secara daring atau virtual dengan menghadirkan para pakar melalui sistem daring,” jelasnya.

Meski berlangsung secara virtual, mahasiswa tetap mendapatkan kesempatan untuk menyimak materi, berdiskusi, serta berinteraksi langsung dengan para narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas.

Salah satu narasumber yang hadir adalah Dr. Riant Nugroho, pakar kebijakan publik sekaligus Ketua Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia. Ia membawakan materi bertajuk “Prinsip Kebijakan Publik bagi Papua.”

Materi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa karena penyelenggaraan kebijakan publik di Papua memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri, mulai dari kondisi geografis, keberagaman masyarakat, kebutuhan pembangunan hingga persoalan pelayanan publik.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan materi dari Prof. Dr. Ari Warokka, akademisi yang mengajar di Busan University, Korea Selatan. Ia membahas e-Government dalam pelayanan publik.

Materi tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Prof. Yosephina menilai kehadiran para pakar dari berbagai latar belakang menjadi bagian penting dari upaya MAP Uncen meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

“Walaupun kegiatan ini dilakukan secara daring, mahasiswa tetap mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berinteraksi langsung dengan para pakar. Ini memberikan pengalaman yang sangat berharga,” katanya.

Baca juga: Uncen Kukuhkan 1.499 Lulusan, Ketua Senat: Jadilah Agen Perubahan

Ia menambahkan, benchmarking bukan sekadar sarana menambah pengetahuan mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun jejaring akademik antara Uncen dengan perguruan tinggi, akademisi dan pakar di tingkat nasional maupun internasional.

Jejaring tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama, seperti kuliah bersama, diskusi ilmiah, penelitian, publikasi hingga pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa MAP Uncen diharapkan mampu memahami perkembangan administrasi publik, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, transformasi digital dan inovasi pelayanan publik secara lebih luas.

Lebih dari itu, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam konteks Papua sehingga lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu membaca persoalan pemerintahan secara kritis dan menawarkan solusi yang relevan.

“Harapan kami, mahasiswa dapat mengambil pengetahuan dan pengalaman dari para narasumber untuk kemudian dikembangkan dalam konteks Papua. Apa yang diperoleh dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik,” tambah Prof. Yosephina.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Program Pascasarjana Uncen dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan memperluas jejaring akademik.

Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi peluang bagi mahasiswa di Papua untuk memperoleh akses terhadap pengetahuan dan perspektif dari berbagai daerah, termasuk dari tingkat internasional.

Dengan demikian, keterbatasan pelaksanaan kegiatan secara tatap muka tidak menjadi penghalang bagi MAP Uncen untuk menghadirkan pembelajaran berkualitas dan berwawasan global.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan guna melahirkan lulusan Magister Administrasi Publik yang memiliki kemampuan analitis, wawasan global, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap berkontribusi dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Tanah Papua.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *