Foto: istimewa | Tampak peserta dayung sedang berjuang menaklukkan jalur lomba di Danau Sentani untuk menjadi yang terutama, dalam peringati HUT Bhayangkara ke-79, Sabtu (28/6).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Perairan Danau Sentani, tepatnya di wilayah Hebha Khey, Kampung Ifar Besar, disulap menjadi arena penuh sorak sorai dan semangat juang, Sabtu pagi (28/6). Polres Jayapura menggelar lomba dayung tradisional dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 yang bertema “Polri untuk Masyarakat.”
Sebanyak 50 tim dayung dari berbagai kampung di sekitar Danau Sentani turut ambil bagian, terbagi dalam kategori pria dan wanita. Warga tampak memadati lokasi sejak pagi, menjadikan momen ini tak sekadar ajang olahraga, tetapi juga perayaan budaya yang menyatukan masyarakat dan aparat dalam satu semangat.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., mengatakan lomba ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Kami ingin Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang menghargai dan merawat budaya lokal,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dibuka oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP., yang memberikan apresiasi kepada Polres Jayapura. Menurutnya, kegiatan seperti ini mendukung visi daerah dalam memperkuat identitas budaya sekaligus membangun semangat sportivitas di tengah masyarakat.
Tak hanya perlombaan, agenda juga diisi doa bersama, hiburan rakyat, serta pembagian hadiah bagi para pemenang. Para juara tidak hanya membawa pulang piala dan uang tunai, tetapi juga voucher menginap sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan prestasi mereka.
Herman Ibo dan Orlando Ibo keluar sebagai juara pertama kategori pria, sedangkan di kategori wanita, posisi teratas diraih oleh Stince Henock dan Yuslina Liboye.
Acara ditutup menjelang siang dengan penyerahan hadiah dan sambutan hangat antarwarga dan polisi. Kasat Binmas AKP Yonias Purwanto selaku ketua panitia menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.
“Lomba ini bukan sekadar adu cepat, tetapi ajang mempererat tali silaturahmi, membangun kepercayaan antara masyarakat dan Polri, serta merawat budaya yang menjadi jati diri kita,” ujar AKP Yonias menutup kegiatan.
Laporan: M. Irfan | rilis

















