Foto: Willy | Ketua DPRK Mamberamo Raya Elias Basutey, S.Pd, saat ikut menjemput Bupati dan Wakil Bupati Roby Rumansara, SP., MH – Keven Totouw, S.IP di Kasonaweja, (7/3).
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja – Ketua Tim Pemenangan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Raya terpilih, Elias Basutey, S.Pd., menyuarakan kekecewaannya secara terbuka terhadap pelaksanaan program 100 hari kerja pemerintahan yang dinilainya tidak membuahkan hasil nyata.
Dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Burmeso, Kamis (19/6), Elias yang juga menjabat Ketua Partai Golkar dan pernah dua periode memimpin DPRK Mamberamo Raya menilai program tersebut gagal memenuhi ekspektasi masyarakat.
“Saya sebagai Ketua Koalisi Partai dan Ketua Tim Pemenangan pasangan ROKET (Roby Wilson Rumansara – Kevin Totouw) menyatakan sangat kecewa. Janji-janji besar yang kami bawa ke masyarakat saat kampanye, terutama program 100 hari kerja, hingga kini belum menunjukkan dampak apa pun,” ujarnya tegas.
Elias menyebut, masyarakat menaruh harapan besar terhadap perubahan cepat pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati pada 20 Februari 2025 lalu oleh Presiden Prabowo di Jakarta. Namun, berbagai program prioritas seperti perbaikan layanan kesehatan, infrastruktur dasar, dan pelayanan publik, tak menunjukkan kemajuan berarti.
“Kami dulu berdiri di barisan depan untuk meyakinkan rakyat. Kini rakyat bertanya, dan kami tidak bisa menjawab. Ini mencederai kepercayaan publik terhadap kami sebagai tim pemenangan,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti kondisi pemerintahan daerah yang dinilai belum berjalan maksimal akibat belum adanya rotasi jabatan hingga pertengahan tahun berjalan. Menurutnya, visi dan misi kepala daerah tidak akan terlaksana tanpa konsolidasi birokrasi yang jelas.
“Saya minta Bupati dan Wakil Bupati segera kembali ke daerah. Mereka adalah anak asli Mamberamo Raya dan sudah saatnya memimpin dari daerah, bukan dari luar,” tegas Elias.
Elias menyampaikan bahwa dirinya memahami kondisi Bupati yang sempat menjalani pengobatan di luar daerah selama dua bulan terakhir. Namun, ia menginformasikan bahwa kondisi Bupati kini sudah pulih, sehingga tidak ada alasan untuk tidak kembali dan mulai bekerja di lapangan bersama wakilnya.
“Kita sudah masuk triwulan kedua, belum ada satu pun kegiatan fisik yang berjalan. Ini akan berdampak pada penyerapan anggaran dan potensi pengurangan APBD tahun depan. Waktu tidak bisa menunggu,” tandasnya.
Pernyataan Elias Basutey ini menjadi sinyal kuat adanya kegelisahan politik dari dalam barisan pendukung sendiri, dan sekaligus menjadi pengingat bahwa harapan rakyat hanya bisa dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar janji kampanye.
Laporan: Willy


















Mamberamo raya, dari berbagai lini. Akan memastikan kemenangan calon gubernur provinsi Papua nomor urut satu 1. BTM CK jadi gubernur dan wakil gubernur provinsi Papua periode 2025 – 2030 karena filosofi budaya kami bahwa dia dari noken tabi di saudara kami, yang akan melihat kami jika kami dalam keadaan susa
Trimakasih sodaraku, terbukti itu..!!