Foto: ist / Usai pembuatan Rekening Bersama antara Pihak Perusahaan Pengelola Dapur CV.Pratama Maibo dan CV. Ketapang Dua dengan Pihak Yayasan Ibu Dian Helgawati dan Korwil MBG Isak Akobiarek di Bank Papua Kab. Supiori.
Biak Numfor, Jurnal Mamberamo Foja – Akses terhadap makanan bergizi masih menjadi tantangan di banyak daerah, terutama di wilayah Timur Indonesia.
Menyadari hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menggagas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan 100 dapur percontohan di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori, tiga dapur MBG telah disiapkan dan diproyeksikan akan diluncurkan pada April mendatang, untuk menjalankan program nasional Presiden Prabowo Subianto ini mulai dicanangkan di Papua.

Ketua Yayasan Solusi Bangun Bangsa, Dian Helgawati, menegaskan bahwa kesiapan dapur MBG di dua kabupaten tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pemenuhan gizi bagi masyarakat.
“Kami melihat langsung bagaimana kesiapan tiga dapur di Biak dan Supiori. Standarnya cukup baik, dan saat ini prosesnya hampir selesai. Jika semuanya sesuai rencana, dapur-dapur ini siap beroperasi bulan April,” ujarnya, Jumat (14/3/2025).

Dapur MBG: Solusi Pangan Bergizi yang Transparan dan Berkelanjutan
Tidak hanya memberikan makanan gratis, dapur MBG juga dirancang agar transparan dan memberdayakan pelaku usaha lokal.
Koordinator Wilayah MBG Biak Numfor dan Supiori, Isak Semuel Akobiarek, menjelaskan bahwa validasi dan verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan standar yang sesuai.
“Tiga dapur yang telah disiapkan ini berasal dari tiga perusahaan yang secara resmi telah mendaftar dan menjalani tahapan persyaratan di BGN,” jelas Isak.
Adapun ketiga dapur tersebut adalah:
– CV Aruri Jaya (Biak Numfor)
– CV Pratama Maibo (Biak Numfor)
– CV Ketapang Dua Putra (Supiori)
Menurut Isak, 90 persen dokumen persyaratan telah terpenuhi, dan proses akhir tengah berlangsung. Semua tahapan dilakukan secara terbuka melalui aplikasi BGN, memastikan transparansi dalam pelaksanaannya.

Dampak Positif: Pemberdayaan Lokal dan Kesehatan Masyarakat
Selain memastikan ketersediaan makanan bergizi, dapur MBG juga berdampak pada perekonomian masyarakat setempat. Hutomo, selaku konsultan MBG, menilai bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para pengusaha lokal dalam mendukung program ini. Selain menyediakan makanan bergizi, dapur MBG juga membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Program MBG di Biak Numfor dan Supiori bukan sekadar upaya menyediakan makanan gratis, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi generasi emas Papua.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, yayasan, hingga pelaku usaha, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model keberlanjutan bagi daerah lain di Indonesia.
Laporan: Roy

















