Edison Awoitauw Minta Maaf soal MBG Depapre, Tegaskan YKIP Bukan Gerindra

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Edison Awoitauw, ST., ketua Yayasan Kasih Imanuel Papua (YKIP), ketika memberikan keterangan pers di Sentani, Rabu (19/8) malam. 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Ketua Yayasan Kasih Imannuel Papua (YKIP), Edison Awoitauw, S.T., akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

banner 325x300

Edison, yang merupakan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Depapre, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga para penerima manfaat yang terdampak setelah mengonsumsi makanan MBG pada 4 Agustus 2026 lalu.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Edison dalam keterangan pers di salah satu kafe di Kota Sentani, Rabu (19/8/2026) malam.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam kepada seluruh keluarga korban yang berada di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, yang mengalami keracunan,” ujar Edison.

Ia mengaku baru menyampaikan pernyataan secara terbuka karena masih merasa terpukul dan prihatin atas kejadian yang menimpa masyarakat penerima manfaat program MBG.

Baca juga: Evaluasi Total MBG di Jayapura, Pemerintah Pastikan Keamanan dan Kualitas Makanan

Minta Hasil Laboratorium Segera Dibuka

Di tengah proses pemeriksaan yang masih berlangsung, Edison meminta pihak berwenang segera menyampaikan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan maupun bahan yang telah diambil dari dapur SPPG Depapre.

Menurutnya, hasil pemeriksaan sangat penting untuk memastikan penyebab kejadian secara objektif sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami juga berharap pihak-pihak yang berwajib yang melakukan uji laboratorium secepat mungkin menyampaikan hasilnya kepada publik, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya dan mengambil kesimpulan yang salah,” katanya.

Edison juga memastikan pihak yayasan siap mengikuti seluruh proses pemeriksaan yang dilakukan aparat penegak hukum.

Ia menyebut dirinya telah dimintai keterangan oleh kepolisian bersama sejumlah pihak lainnya terkait kejadian tersebut.

“Kami menjelaskan sesuai dengan alur yang diberikan BGN. Kami juga tidak pernah merancang atau merencanakan kejadian itu.

Kejadian tersebut tiba-tiba terjadi dan sampai hari ini kami juga masih bertanya-tanya sambil menunggu hasil uji laboratorium,” ujarnya.

Baca juga: Jangan Asal Simpulkan! Tunggu Hasil Lab Dugaan Keracunan MBG

Tegaskan Dapur SPPG Bukan Milik Gerindra

Dalam kesempatan tersebut, Edison juga memberikan klarifikasi terkait status dapur SPPG Depapre yang belakangan dikaitkan dengan Partai Gerindra.

Edison yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Papua menegaskan bahwa dapur SPPG Depapre bukan milik Partai Gerindra.

“Saya menyampaikan secara tegas bahwa ini bukan dapur Partai Gerindra. Yayasan kami didirikan pada 2023 dengan tujuan awal untuk membangun sekolah tinggi,” jelasnya.

Ia menerangkan, keterlibatan YKIP dalam program MBG berawal ketika Badan Gizi Nasional (BGN) membuka pendaftaran mitra pelaksana melalui yayasan.

Pihak yayasan kemudian mengikuti seluruh tahapan pendaftaran hingga akhirnya dinyatakan memperoleh dapur MBG untuk wilayah Depapre.

Edison menjelaskan, pengelolaan teknis dapur SPPG tidak sepenuhnya berada di bawah kewenangan yayasan. Sejumlah posisi penting seperti Kepala SPPG, ahli gizi dan akuntan ditunjuk atau mendapatkan persetujuan melalui mekanisme yang ditetapkan BGN.

“Yayasan hanya bisa merekrut karyawan. Tetapi untuk pengelolaan dapur ada kepala SPPG, ahli gizi dan akuntan yang mekanismenya ditentukan oleh BGN,” katanya.

Ajak Tokoh Masyarakat Cari Solusi

Edison berharap masyarakat, khususnya warga Distrik Depapre, dapat bersabar menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian.

Ia juga menyampaikan rencana yayasan untuk mengundang tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda dari Depapre dan wilayah sekitarnya untuk membahas keberlanjutan program MBG.

“Kami akan mengundang tokoh-tokoh adat dan masyarakat untuk duduk bersama. Kita mencari jalan keluar terbaik supaya program Presiden ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *