Apresiasi Terobosan Bupati Biak, Yanni Nilai Pariwisata Jadi Kunci Kemajuan Daerah

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Yanni, SH., M.Sos., Anggota KEPP Otsus Papua bersama Bupati Markus O. Mansnembra, SH.,MM., dan wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter R. Kapisa, disela pembukaan Festival Munara Wampasi, Rabu (1/7).

Biak Numfor, jurnalmamberamofoja.com – Festival Biak Munara Wampasi 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan promosi pariwisata, tetapi juga dinilai sebagai bukti nyata keberhasilan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengoptimalkan potensi daerah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.

banner 325x300

Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Yanni memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor di bawah kepemimpinan Bupati Markus O. Mansnembra, SH.,MM., yang dinilai mampu menghadirkan terobosan dalam pengembangan sektor pariwisata.

Apresiasi tersebut disampaikan Yanni usai menghadiri pembukaan Festival Biak Munara Wampasi 2026 di Biak, Rabu (1/7). Kegiatan itu dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata, unsur TNI-Polri, kepala daerah, pelaku UMKM, hingga ribuan masyarakat.

Menurut Yanni, keberhasilan penyelenggaraan festival membuktikan bahwa Biak memiliki visi pembangunan yang jelas dengan menjadikan kekayaan alam, budaya, sejarah, dan letak geografis sebagai modal utama untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.

“Terobosan seperti ini patut diapresiasi. Pariwisata bukan sekadar menghadirkan wisatawan, tetapi juga menggerakkan UMKM, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat pendapatan asli daerah. Biak beruntung memiliki bupati yang mampu membaca potensi daerah dan menerjemahkannya menjadi program pembangunan yang
nyata,” ujar Yanni.

Ia menilai Festival Biak Munara Wampasi telah berkembang menjadi media promosi yang efektif dalam memperkenalkan Kabupaten Biak Numfor kepada wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus membuka peluang masuknya investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain memberikan apresiasi terhadap kemajuan sektor pariwisata Biak, Yanni juga kembali menyoroti pentingnya pembentukan Provinsi Papua Utara sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan di Tanah Papua.

Pembukaan Festival Munara Wampasi
Pembukaan Festival Munara Wampasi

Baca juga: Dari Supiori dan Biak, Yanni Serukan Gerindra Menangkan Hati Rakyat

Menurutnya, gagasan pembentukan Papua Utara bukanlah isu baru. Selama hampir dua dekade menjadi anggota DPR Papua, ia ikut terlibat dalam berbagai pembahasan pemekaran wilayah yang berpedoman pada konsep tujuh wilayah adat Papua.

“Konsep tujuh wilayah adat sudah lama menjadi dasar dalam pembahasan penataan wilayah di Papua. Karena itu, apabila Provinsi Papua Utara nantinya terbentuk, langkah tersebut merupakan bagian dari penataan pemerintahan yang selaras dengan struktur sosial, budaya, dan kearifan masyarakat adat Papua,” jelasnya.

Yanni mengatakan pembentukan daerah otonom baru bertujuan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi daerah untuk mengelola potensi ekonomi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Ia menilai keberhasilan Biak mengembangkan sektor pariwisata menjadi contoh bahwa Papua memiliki banyak potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan apabila didukung tata kelola pemerintahan yang efektif.

“Papua memiliki kekayaan alam, budaya, dan sumber daya yang luar biasa. Potensi itu harus didukung dengan kebijakan yang tepat agar mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan, sementara penataan wilayah menjadi instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan,” tegas Yanni.

Festival Biak Munara Wampasi 2026 merupakan penyelenggaraan ke-14 yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026 dan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun berbagai agenda wisata terbaik di Indonesia.

Selama sepekan, masyarakat dan wisatawan disuguhi 12 rangkaian kegiatan yang memadukan wisata bahari, pameran ekonomi kreatif, serta atraksi budaya khas Biak, termasuk tradisi Snap Mor dan Apen Bayeren yang menjadi ikon budaya masyarakat Biak.

Melalui penyelenggaraan festival tersebut, Kabupaten Biak Numfor semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Tanah Papua sekaligus menunjukkan bahwa sektor pariwisata dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *