Foto: Irfan | Tampak Direktur Utama Perusda Baniyau, Mulyono bersama jajaran direksi dalam pertemuan bersama Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Direktur Utama Perusda Baniyau yang baru, Mulyono, langsung tancap gas. Ia menegaskan komitmennya untuk membenahi tata kelola perusahaan sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor usaha yang lebih produktif dan berorientasi bisnis.
Pernyataan itu disampaikannya usai bertemu Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., di ruang kerja bupati, Jumat (24/4).
Mulyono mengawali dengan memberikan apresiasi kepada jajaran direksi sebelumnya yang telah mempertahankan eksistensi Perusda. Namun ia menegaskan, berbagai kelemahan yang ada tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Kita bersyukur Perusda masih ada. Tapi ke depan, semua kekurangan harus kita benahi supaya tidak menjadi beban bagi manajemen baru,” tegasnya.
Ia menekankan, Perusda harus bertransformasi menjadi entitas bisnis yang mandiri dan tidak lagi bergantung pada suntikan dana pemerintah daerah.
“Pesan Bupati jelas, Perusda harus bisa menghasilkan uang. Diberi modal kecil harus berkembang jadi besar. Kita tidak bisa terus bergantung,” ujarnya.
Menurutnya, kunci utama keberhasilan terletak pada soliditas tim. Seluruh jajaran direksi dituntut memiliki visi yang sama agar perusahaan mampu bergerak cepat dan terarah.
“Kalau tidak satu visi, sulit maju. Kita harus satu hati untuk bangun Perusda ini,” katanya.
Baca juga: Serah Terima Aset Perusda Baniyau, Bupati Jayapura Tekankan Akuntabilitas dan Kinerja Direksi Baru
Fokus Awal: Garap Potensi Pakan Ternak
Sebagai langkah strategis awal, Mulyono memprioritaskan pembangunan pabrik pakan ternak. Ia menilai sektor ini sangat potensial karena tingginya kebutuhan di Papua yang belum sepenuhnya dipenuhi oleh produksi lokal.
Bahan baku seperti jagung dan dedak dari petani lokal, menurutnya, mampu menyuplai hingga 60 persen kebutuhan produksi.
“Kalau pabrik pakan ini jalan, petani punya pasar, peternak dapat harga lebih murah. Ini solusi yang saling menguntungkan,” jelasnya.
Tidak hanya pakan ayam, Perusda juga akan mengembangkan produksi pakan ternak babi yang memiliki pangsa pasar besar di Papua.
“Semua punya nilai ekonomi. Tinggal bagaimana kita kelola dengan baik,” tambahnya.
Inventarisasi Aset dan Buka Peluang Kerja Sama
Selain mengembangkan sektor usaha, Mulyono juga akan melakukan pendataan ulang seluruh aset perusahaan, mulai dari perumahan, lahan, hingga papan reklame.
Aset-aset tersebut akan dievaluasi untuk melihat potensi pengembangan yang bisa memberikan kontribusi langsung terhadap PAD.
“Kita data semua aset. Kalau butuh pengembangan skala besar, kita siap gandeng perbankan,” ujarnya.
Menuju Transformasi ke PT
Untuk memperkuat daya saing, Perusda Baniyau juga akan bertransformasi menjadi Perseroan Terbatas (PT). Langkah ini dinilai penting agar perusahaan lebih fleksibel dalam menjalankan bisnis dan menjalin kemitraan.
“Selama ini ruang gerak terbatas. Kalau jadi PT, kita bisa lebih leluasa dan ekspansif,” jelasnya.
Ia memastikan proses perubahan badan hukum, termasuk penyesuaian nama dan akta perusahaan, akan segera dilakukan melalui notaris.
Dengan langkah-langkah tersebut, Mulyono optimistis Perusda Baniyau dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus kontributor signifikan bagi peningkatan PAD Kabupaten Jayapura.
Laporan: M. Irfan

















