Foto: Irfan | Nampak suasana usai upacara pembukaan Diklat Prajabatan CPNS dan PPPK Formasi Khusus Eks TH K-II dan penyerahan SK CPNS Formasi tahun 2024 di Lingkungan Pemkab Jayapura di Lapangan upacara SMKN 1 Sentani, Hawai Kabupaten Jayapura, Kamis (10/7).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Sebanyak 733 pegawai baru yang terdiri dari 416 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 358 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi mengikuti Diklat Prajabatan dan Orientasi yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jayapura, Kamis (10/7).
Upacara pembukaan kegiatan berlangsung di Lapangan SMK Negeri 1 Sentani, Hawaii, Kabupaten Jayapura, dan dibuka langsung oleh Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H.
Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Jayapura, Erni Kallem, dalam keterangannya menjelaskan bahwa peserta berasal dari formasi tahun 2021 yang selama hampir lima tahun menunggu kejelasan status kepegawaian mereka.
“Total peserta ada 773 orang. Terdiri dari 416 CPNS dan 358 PPPK. Mereka akan mengikuti diklat dan orientasi selama sepekan hingga Kamis, 17 Juli 2025,” ujar Erni Kallem.
Selain membuka diklat, Pemerintah Kabupaten Jayapura juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS Formasi 2024 kepada 222 orang.
“Hari ini juga, sebanyak 222 orang menerima SK CPNS Formasi Tahun 2024. Ini jadi bagian penting dari komitmen pemda dalam penataan SDM aparatur,” kata Erni.
Ia menambahkan, untuk sisa 183 CPNS dari formasi 2021 yang belum terakomodasi, pihaknya masih berupaya mendorong proses pengangkatan melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian PAN-RB. Diharapkan seluruh proses dapat tuntas paling lambat pada 2026.
Bupati: Jangan Biarkan Rakyat Menunggu
Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, menyampaikan bahwa momentum diklat ini adalah titik terang bagi para CPNS dan PPPK yang telah lama mengabdi tanpa kepastian status.
“Hari ini menjadi bukti bahwa penantian panjang mereka akhirnya terjawab. Ada yang sampai meneteskan air mata karena perjuangan ini bukan hal mudah,” ucap Bupati Wonda.
Ia juga menyinggung realita yang selama ini terjadi, bahwa justru tenaga honor seringkali lebih aktif bekerja dibanding PNS.
“Yang paling rajin di kantor justru pegawai honor. Karena itu, mereka harus diberikan pengakuan dan kesempatan menjadi PNS,” tegasnya.
Yunus Wonda menyebut masih ada sekitar 183 CPNS lain yang menunggu proses finalisasi, dan pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan nasib mereka hingga tuntas.
Pesan Tegas untuk ASN dan Pimpinan OPD
Dalam sambutannya, Bupati Wonda mengingatkan kepada seluruh peserta diklat agar loyal, mencintai pekerjaan, dan menjunjung tinggi disiplin. Ia juga menegaskan pentingnya peran pimpinan OPD untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman.
“Kadang ASN tidak nyaman karena pimpinan terlalu egois. Saya minta kepala dinas atau pimpinan SKPD bersikap seperti orang tua, merangkul semua tanpa memandang suku, agama, atau ras,” pesannya.
Ia pun mengingatkan pentingnya pelayanan publik yang cepat dan tanggap.
“Jangan biarkan rakyat datang dari jauh hanya untuk diminta kembali esok atau lusa. Layani hari ini juga! Itu tanggung jawab kita sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan

















