Kapolres Jayapura Tegaskan Pembubaran Massa KNPB untuk Antisipasi Aksi Anarkis

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak aparat kepolisian resort Jayapura ketika berdialog dengan masa KNPB. 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, menegaskan bahwa pembubaran massa aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (3/8/2026), merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

banner 325x300

Menurut Kapolres, kepolisian sebelumnya telah menerima informasi mengenai adanya ajakan yang diduga berpotensi memicu tindakan anarkis. Berdasarkan informasi tersebut, aparat mengambil langkah pencegahan sebelum massa melakukan konvoi maupun long march.

“Langkah yang kami lakukan murni bersifat preventif. Kami mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Sebelumnya kami juga memperoleh informasi adanya niat yang tidak baik, termasuk ajakan melakukan tindakan anarkis. Karena itu kami mengambil langkah antisipasi,” ujar AKBP Dionisius Helan saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Meski melakukan pembubaran massa di sejumlah titik, Helan menegaskan bahwa seluruh personel di lapangan tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Langkah tersebut, kata dia, semata-mata bertujuan menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami ingin memastikan tidak terjadi pembakaran, perusakan fasilitas umum maupun gangguan keamanan lainnya. Semua tindakan dilakukan demi kepentingan bersama,” katanya.

Kapolres menjelaskan, hingga Senin sore kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Jayapura secara umum tetap aman dan terkendali. Massa yang sebelumnya dicegah di beberapa titik akhirnya berkumpul di kawasan Pos 7 Sentani untuk menyampaikan aspirasi mereka.

“Situasi secara keseluruhan aman dan terkendali. Komunikasi dengan massa juga berjalan baik. Aspirasi tetap kami terima, namun kami memiliki tanggung jawab untuk melakukan langkah-langkah pencegahan demi menjaga keamanan bersama,” ujarnya.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Helan, SIK., MH., ketika memberikan keterangan pers di ruang kerjanya
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Helan, SIK., MH., ketika memberikan keterangan pers di ruang kerjanya

Baca juga: Kapolres Jayapura Pastikan Situasi Kondusif, Aksi KNPB Tak Diijinkan

Terkait informasi adanya rencana massa bergerak menuju kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Jayapura di Gunung Merah, Helan membenarkan bahwa informasi tersebut telah diterima aparat dan menjadi salah satu pertimbangan dalam pola pengamanan.

“Memang ada informasi mengenai rencana menuju Gunung Merah. Aspirasi tentu boleh disampaikan dengan cara yang baik, tetapi ketika dilakukan long march atau turun ke jalan, kami harus mengantisipasi berdasarkan pengalaman dari kejadian-kejadian sebelumnya. Ini murni langkah preventif,” jelasnya.

Mengenai informasi adanya peserta aksi yang diamankan, Kapolres mengaku hingga saat memberikan keterangan belum menerima laporan resmi dari anggotanya.

“Sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan adanya warga yang diamankan. Saya masih terus memantau perkembangan di lapangan,” katanya.

Untuk mengamankan jalannya aksi, Polres Jayapura mengerahkan sekitar 600 personel gabungan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Kami menurunkan sekitar 600 personel untuk melaksanakan pengamanan. Seluruh personel telah disiagakan guna mengantisipasi perkembangan situasi selama aksi berlangsung,” tutup Helan.

Sebelumnya, aparat kepolisian membubarkan massa aksi KNPB di sejumlah titik di Sentani saat mereka hendak menggelar aksi nasional. Kepolisian menyatakan langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan mencegah potensi gangguan ketertiban selama pelaksanaan aksi.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *