Foto: istimewa | Tampak suasana apel bersama di awal bulan Juli dipimpin Wagub Dr. Aryoko Rumaropen, SP., M.Eng., dan diikuti ratusan aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan Pemprov Papua, di halaman kantor Gubernur, Senin (6/7).
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Wakil Gubernur Papua, Dr. Aryoko AF. Rumaropen, SP., M.Eng., memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Senin (6/7/2026).
Apel perdana pada pekan pertama Juli tersebut dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat disiplin, meningkatkan semangat kerja, serta mempertegas komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Aryoko menegaskan bahwa disiplin, integritas, dan profesionalisme merupakan pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Karena itu, ia mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajarannya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan di Provinsi Papua.
Selain menyoroti peningkatan kinerja ASN, Wakil Gubernur juga memberikan kepastian terkait pemenuhan hak-hak pegawai. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Papua tetap berkomitmen membayarkan gaji ke-13 dan gaji ke-14 secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Wagub AR: Papua Butuh Notaris Berkualitas untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Investasi
Sementara itu, pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan dilakukan secara bertahap dan berkala dengan mempertimbangkan kondisi pengelolaan kas daerah. Meski demikian, Aryoko menegaskan bahwa anggaran TPP hingga Desember 2026 telah dialokasikan dalam APBD sehingga para ASN tidak perlu merasa khawatir.
“Anggarannya sudah tersedia. Pembayaran akan dilakukan sesuai mekanisme pengelolaan keuangan daerah dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Papua optimistis, dengan semangat kebersamaan, dedikasi, serta kerja nyata seluruh ASN, kualitas pelayanan publik akan semakin meningkat, kepercayaan masyarakat terus tumbuh, dan pembangunan di Papua dapat berlangsung lebih maju, adil, sejahtera, serta berkelanjutan.
Laporan: Sony Rumainum

















