Wapres Batal Hadir, Yunus Wonda Minta Warga Tetap Meriahkan FDS XV

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Bupati Jayapura, Yunus Wonda ketika memberikan keterangan pers. 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Batalnya kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka serta Menteri dan Wakil Menteri Pariwisata tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menyukseskan Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026.

banner 325x300

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, memastikan seluruh rangkaian puncak FDS XV tetap berlangsung sesuai agenda pada 3-5 September 2026 di kawasan Festival Danau Sentani.

Sebelumnya, rangkaian pra-event FDS XV telah dilaksanakan pada 25-29 Agustus 2026 dan mendapat antusiasme masyarakat.

Yunus menjelaskan, ketidakhadiran Wapres Gibran Rakabuming Raka disebabkan adanya agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan. Di saat yang sama, pemerintah pusat juga tengah memberikan perhatian terhadap sejumlah bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

“Wakil Presiden tidak bisa hadir mengingat ada agenda-agenda negara yang tidak bisa beliau tinggalkan. Beliau menyampaikan secara resmi kepada panitia bahwa belum bisa hadir dalam event tahun ini,” ujar Yunus.

Selain Wapres, rencana awal yang menempatkan Menteri Pariwisata atau Wakil Menteri Pariwisata sebagai pembuka FDS XV juga berubah. Kepastian ketidakhadiran keduanya diterima panitia pada malam menjelang puncak festival. Dengan perubahan tersebut, pembukaan FDS XV Tahun 2026 akan dilakukan oleh Gubernur Papua.

Yunus mengakui, perubahan kehadiran tamu utama tersebut kemungkinan menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Namun, ia meminta hal itu tidak menjadi alasan untuk mengurangi semangat dalam menyukseskan FDS XV.

Menurutnya, FDS bukan semata-mata tentang siapa pejabat yang hadir, melainkan menjadi ruang bagi masyarakat adat Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, untuk menunjukkan kekayaan budaya, seni dan kearifan lokal.

“Event ini tidak tergantung kepada siapa-siapa. Event ini adalah event kita, event masyarakat adat. Kita tetap tunjukkan budaya kita, kita tetap tunjukkan kearifan kita, tetap kita tunjukkan budaya-budaya yang ada di Kabupaten Jayapura dan kabupaten-kabupaten tetangga,” tegasnya.

Ia memastikan tidak ada agenda FDS XV yang dikurangi maupun dipangkas akibat perubahan tamu utama.

“Agendanya tetap. Tidak ada satu pun karena ketidakhadiran Wakil Presiden kemudian kita potong. Tidak. Agendanya tetap event normal,” katanya.

 

Baca juga: Wapres Gibran Dijadwalkan Buka Puncak FDS XV 3 September

Berbagai atraksi budaya yang telah dipersiapkan panitia tetap akan digelar. Salah satunya karnaval budaya yang menampilkan keberagaman budaya masyarakat Papua di hadapan para tamu undangan.

Atraksi di Danau Sentani dan tarian Isosolo yang melibatkan hampir 20 kampung juga tetap menjadi bagian utama festival. Selain itu, sejumlah tradisi lokal seperti tokok sagu dan atraksi ulat sagu turut ditampilkan.

FDS XV juga dijadwalkan dihadiri sejumlah tamu internasional, termasuk Duta Besar Rusia bersama rombongan yang dijadwalkan tiba pada pagi hari dan mengikuti puncak festival.

Bagi Yunus, pelaksanaan FDS XV menjadi momentum penting di awal kepemimpinannya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk memperkenalkan lebih luas potensi budaya dan kearifan lokal daerah.

Ia berharap festival tahun ini dapat menjadi pijakan untuk menjadikan FDS pada tahun-tahun berikutnya semakin besar, berkualitas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan maupun tamu dari dalam dan luar negeri.

“Ini event pertama di pimpinan kami. Ibaratnya ini kita promosi, supaya di tahun-tahun yang akan datang akan jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Yunus juga menegaskan bahwa batalnya kehadiran Wapres maupun para menteri bukan merupakan kesalahan panitia. Menurutnya, seluruh pihak telah bekerja maksimal mempersiapkan pelaksanaan festival, termasuk menyambut para pejabat negara yang sebelumnya dijadwalkan hadir.

“Ini bukan kesalahan panitia. Kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalau mau disalahkan, salahkan Bupati. Saya yang disalahkan dan saya yang bertanggung jawab untuk semua ini. Saya siap ketika disalahkan. Jangan panitia,” tegasnya.

Menjelang puncak FDS XV, Bupati Yunus Wonda mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura untuk hadir dan mengambil bagian dalam menyukseskan festival tersebut.

Ajakan itu ditujukan kepada masyarakat adat, para ondoafi, ondofolo, kepala suku, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta seluruh elemen masyarakat di 19 distrik dan 129 kampung.

“Mari kita sama-sama sukseskan event ini, karena ini event kita. Kita tidak melihat karena ketidakhadiran Wakil Presiden ataupun para menteri kemudian kita berhenti. Tidak. Ini agenda kita. Ini ruang kita untuk tetap memunculkan budaya dan adat kita,” pungkasnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *