Dok ist/ Benhur Tomi Mano Cagub Papua dan Victor Buefar di kediaman BTM, Selasa (3/12).
Penulis: Victor Buefar
Jayapura – Jumpa pers kemenangan yang diadakan oleh Ayi Benhur Tomi Mano (Ayi BTM) pada sore kemarin 2 Desember 2024 menjadi momen penuh makna, tidak hanya bagi saya secara pribadi, tetapi juga bagi masyarakat Papua. Perasaan haru, kebahagiaan, dan rasa syukur bercampur menjadi satu. Sebagai calon yang saya dukung, kemenangan ini adalah bukti nyata hasil dari kerja keras, doa, dan keyakinan yang kuat.
Kemenangan ini mencerminkan penyertaan Tuhan dalam setiap langkah perjuangan. Seperti Daud yang melangkah dengan iman menghadapi Goliat, Ayi BTM dengan percaya diri menunjukkan bahwa perjalanan panjang ini membuahkan hasil yang tidak hanya didasarkan pada kekuatan manusia, tetapi juga atas kemurahan Tuhan.
Kemenangan Ayi BTM bukan sekadar hasil kompetisi politik. Ia adalah cerminan keterpanggilan masyarakat Tabi dan Saireri, yang memilih pemimpin yang menghormati nilai-nilai adat dan aspirasi leluhur.
Dukungan yang diberikan bukanlah sekadar pilihan politik, tetapi sebuah panggilan bersama untuk membawa Papua ke masa depan yang lebih baik. Kepemimpinan Ayi BTM berakar pada nilai-nilai kekristenan, membuktikan bahwa ketika masyarakat bersatu dalam visi yang sama, perubahan sejati dapat terwujud.
Perjalanan ini bukanlah hal yang mudah. Dengan hanya didukung oleh dua partai politik, Ayi BTM berhasil mengalahkan Paslon Nomor 2 yang didukung oleh enam belas partai. Ini menunjukkan bahwa kemenangan tidak selalu bergantung pada jumlah pendukung atau kekuatan politik, melainkan pada penyertaan Tuhan.
Sebagaimana tertulis:
“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman TUHAN semesta alam” (Zakharia 4:6).
Seperti kisah Raja Daud melawan Goliat, kemenangan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan mampu bekerja melampaui keterbatasan manusia. Daud tidak mengandalkan kekuatan tentara atau senjata, tetapi keyakinan kepada Tuhan yang menyertainya.
Kemenangan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan yang dilandasi ketulusan dan takut akan Tuhan akan diberkati-Nya. Saya merasa bersyukur telah menjadi bagian dari perjalanan ini dan berharap agar Ayi BTM terus diberkati dalam menjalankan tugas besar ini.
Semoga kemenangan ini tidak hanya membawa sukacita sementara, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah. Seperti Daud yang memuliakan Tuhan setelah kemenangannya, mari kita juga bersyukur dan memuliakan nama Tuhan.
Sebagaimana firman-Nya:
“Segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Roma 11:36).
Tuhan Memberkati!









