Foto: istimewa | Tampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH.,

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Kasus meninggalnya seorang pasien yang diduga belum sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Yowari menjadi perhatian publik di Kabupaten Jayapura.
Menanggapi kabar yang beredar tersebut, Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H. menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari manajemen rumah sakit terkait kronologi kejadian tersebut.
Menurut Yunus, pemerintah daerah masih menunggu data resmi dari pihak RSUD Yowari agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah masyarakat.
“Mereka harus memberikan data resmi kepada saya supaya tidak terjadi informasi yang simpang siur,” ujar Yunus Wonda saat menjawab pertanyaan wartawan, kemarin.


Bupati menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam apabila persoalan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut terus berulang.
Ia memastikan akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya masalah dalam sistem pelayanan kesehatan di RSUD Yowari.
“Kalau ke depan kita lihat ini terus menjadi masalah di rumah sakit, tentu kami akan tegas. Semua harus mengikuti arahan pemerintah daerah untuk memperbaiki pelayanan,” tegasnya.
Baca juga: Efisiensi Anggaran Tekan Layanan RSUD Youwari, Wabup Haris Akui Fasilitas Kesehatan Terdampak
Namun demikian, Yunus menegaskan bahwa pihaknya baru dapat memberikan sikap resmi setelah menerima laporan lengkap dari rumah sakit terkait peristiwa meninggalnya seorang mahasiswi tersebut.
Sementara itu, Direktur RSUD Yowari, Maryen Braweri, menyampaikan pihaknya akan segera menelusuri kronologi kejadian, termasuk memeriksa rekaman CCTV yang ada di lingkungan rumah sakit.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kelalaian atau persoalan dalam pelayanan medis terhadap pasien.
“Saya sebagai pimpinan rumah sakit menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya pasien tersebut. Kami akan melihat kronologinya secara lengkap, termasuk melalui rekaman CCTV yang ada di rumah sakit,” ujar Maryen Braweri saat menemui keluarga korban.


Diketahui, pasien yang meninggal dunia adalah Martina Biri (22), seorang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura yang berasal dari Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Martina dilaporkan meninggal dunia di RSUD Yowari, Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, diduga setelah mengalami keterlambatan dalam mendapatkan pelayanan medis.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Yowari.
Baca juga: Heboh di IGD RSUD Yowari, Dokter dan Perawat Dianiaya Keluarga Pasien
Berdasarkan keterangan keluarga, Martina diketahui telah mengalami gangguan kesehatan sejak Februari 2026. Ia memiliki riwayat penyakit paru-paru yang disertai kadar hemoglobin (HB) rendah serta adanya lendir pada saluran pernapasan.
Kasus ini pun memicu perhatian masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah tersebut.
Laporan: M. Irfan







