Foto: Andre | Tampak Novel Krey (jas kuning) calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Jayapura dan kelompok Cipayung ketika mendaftar di Sekretariat KNPI Kota di Skyland, Kamis (13/3) Sore.

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Jayapura tahun 2026, dinamika organisasi kepemudaan mulai menghangat.
Sejumlah organisasi kepemudaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung menyoroti pentingnya independensi panitia agar proses Musda berjalan demokratis dan tidak menimbulkan dualisme kepemimpinan.


Hal tersebut disampaikan Ketua Cabang GMKI Jayapura, Gerson Wetipo, saat mendampingi calon Ketua KNPI Kota Jayapura, Novel Krey, mendaftarkan diri di Sekretariat Panitia Musda KNPI Kota Jayapura Jalan Raya Kotaraja, tanjakan Skyland, Kamis (12/3) di terima Ketua Caretaker KNPI, Burman Waromi.
Gerson mengatakan, sebagai salah satu organisasi yang turut melahirkan KNPI, pihaknya berharap pelaksanaan Musda dapat berlangsung secara transparan dan bebas dari kepentingan tertentu.
“Musda ini jangan sampai diboncengi kepentingan apa pun. Biarkan berjalan sesuai amanah KNPI, yakni menghimpun dan menyatukan potensi pemuda Indonesia untuk mempererat persatuan bangsa, menjaga keutuhan NKRI, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kepada pengurus caretaker KNPI Kota Jayapura, panitia pelaksana, serta Steering Committee agar tidak mudah terpengaruh oleh intervensi pihak mana pun, baik dari unsur pemerintah maupun kepentingan politik lainnya.
Menurut Gerson, pengalaman dualisme KNPI yang pernah terjadi menjadi pelajaran penting agar proses Musda kali ini benar-benar dijaga independensinya.
“Kami para pemuda sudah cukup lama tidak memiliki wadah KNPI yang solid akibat perpecahan. Jangan sampai Musda ini kembali melahirkan dualisme karena adanya intervensi kepentingan tertentu yang menjadikan KNPI sebagai alat politik praktis,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum PC PMII Kota Jayapura, Muhamad Aldi Ramadan, juga menegaskan pentingnya menjaga independensi proses Musda. Ia berharap seluruh pihak menghormati proses organisasi tanpa campur tangan yang dapat memicu konflik di tubuh KNPI.
Menurutnya, KNPI harus tetap menjadi ruang kaderisasi dan laboratorium pengembangan potensi intelektual generasi muda, sekaligus wadah pembinaan sumber daya manusia pemuda yang unggul.
“Oleh karena itu, kami dari PC PMII Kota Jayapura mendukung dan mengkaderkan saudara Novel Krey sebagai calon Ketua KNPI Kota Jayapura periode 2026–2030. Kami menilai Novel memiliki kapasitas untuk menghimpun pemuda dari berbagai latar belakang tanpa membedakan status, demi memperkuat persatuan,” kata Aldi.
Sementara itu, calon Ketua KNPI Kota Jayapura, Novel Krey, menyampaikan bahwa pencalonannya membawa semangat kebersamaan, persatuan, serta komitmen kerja nyata bagi kemajuan pemuda di Kota Jayapura.
Ia menyatakan, apabila dipercaya memimpin KNPI Kota Jayapura, dirinya akan mendorong organisasi tersebut menjadi lebih inklusif, progresif, dan terbuka bagi seluruh elemen pemuda.
“Ke depan kami ingin KNPI menjadi ruang pengembangan kapasitas pemuda di berbagai bidang, baik sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kepemimpinan,” ujarnya.

Baca juga: DPD KNPI Kabupaten Jayapura Kunci Jadwal Musda, Tahapan Pendaftaran Resmi Dibuka
Novel juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan di Kota Jayapura untuk menjaga semangat persatuan serta menjadikan Musda sebagai momentum memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.
“Saya mengajak seluruh pemuda Kota Jayapura untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menjadikan proses ini sebagai langkah memperkuat kontribusi pemuda bagi pembangunan daerah,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan serta kepercayaan terhadap pencalonannya.
“Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Semoga ikhtiar ini membawa kebaikan dan kemajuan bagi pemuda Kota Jayapura,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Novel juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa bagi para pemuda di Kota Jayapura yang sedang menunaikan ibadah Ramadan.
Laporan: Andre Fonataba







