Musda KNPI Kota Jayapura Memanas, Pencopotan Caretaker Japsel Picu Tudingan Intervensi Politik

Spread the love

Foto: Andre | Tampak ketua tim pemenangan Novelt Krey, Simon Petrus Bame, ketika memberikan keterangan kepada awak media, di sekretariat Musda KNPI Kota Jayapura, Jumat (13/3).

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD KNPI Kota Jayapura, dinamika internal organisasi kepemudaan tersebut mulai memanas.

Pencopotan Caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan, Yosep Mandosir, memicu polemik dan memunculkan tudingan adanya intervensi politik dalam proses penetapan calon ketua.

Yosep Mandosir mengaku terkejut atas keputusan pemberhentian dirinya sebagai caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan. Ia menyebut pencopotan tersebut dilakukan secara sepihak oleh Caretaker Ketua KNPI Kota Jayapura tanpa komunikasi sebelumnya.

“Sebagai Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan saya merasa bingung. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba saya diberhentikan tanpa ada komunikasi sebelumnya dengan saya,” ujar Yosep kepada awak media di Abepura, Kamis (13/3/2026).

Menurut Yosep, keputusan pemberhentian itu terjadi pada 10 Maret 2026 atau sekitar lima hari sebelum pelaksanaan Musda VI KNPI Kota Jayapura.

Ia menduga pencopotan dirinya berkaitan dengan rekomendasi yang dikeluarkan kepada salah satu kandidat calon Ketua DPD KNPI Kota Jayapura, yakni Novelt Krey.

Yosep mengungkapkan, dirinya sempat mengeluarkan dua rekomendasi untuk dua kandidat berbeda, yakni Novelt Krey dan Barto Taniyau. Namun, ia mengaku mendapatkan tekanan dari pihak tertentu agar mengeluarkan rekomendasi untuk mendukung Barto Taniyau.

“Untuk mengeluarkan rekomendasi itu saya merasa ada tekanan atau intimidasi dari pihak tertentu. Saya bahkan menandatangani rekomendasi tersebut tanpa tanda tangan sekretaris,” ungkapnya.

Meski demikian, Yosep tidak menyebutkan secara jelas pihak yang diduga memberikan tekanan tersebut.

Ia menegaskan bahwa rekomendasi yang dianggap sah adalah rekomendasi yang diberikan kepada Novelt Krey pada 1 Maret 2026 karena ditandatangani bersama Sekretaris KNPI Distrik Jayapura Selatan.

Baca juga: Jelang Musda KNPI Kota Jayapura, Cipayung Kawal Pendaftaran Novel Krey dan Minta Panitia Bebas Intervensi

Sementara rekomendasi untuk Barto Taniyau yang dikeluarkan pada 2 Maret 2026 hanya ditandatangani olehnya sendiri tanpa melibatkan sekretaris sehingga menurutnya tidak memenuhi syarat secara organisatoris.

“Rekomendasi yang ke Barto menurut saya tidak sah, karena hanya saya yang menandatangani tanpa sekretaris. Sedangkan rekomendasi untuk Novelt Krey ditandatangani bersama sekretaris,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan calon Ketua DPD KNPI Kota Jayapura Novelt Krey, Simon P. Bame, menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses menjelang Musda VI KNPI Kota Jayapura.

Ia menyampaikan hal tersebut saat mengikuti rapat pleno Musda yang berlangsung di GOR Waringin, Kotaraja, Distrik Abepura, Jumat (13/3/2026).

Menurut Simon, pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan hingga dinamika yang terjadi dalam rapat pleno dinilai tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.

“Terkait dinamika KNPI Kota hari ini hingga rapat pleno, kami melihat ada sejumlah kejanggalan dari mekanisme yang dilakukan caretaker, mulai dari pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan hingga jalannya rapat pleno yang menurut kami di luar aturan organisasi,” katanya.

Simon bahkan mencurigai adanya upaya sistematis untuk memenangkan kandidat tertentu dalam Musda KNPI Kota Jayapura.

“Kami melihat ada indikasi upaya yang sistematis dan masif untuk memenangkan calon tertentu. Hal itu terlihat dari pergantian caretaker Ketua KNPI Distrik Jayapura Selatan hingga Heram,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa proses pengambilan keputusan dalam tahapan Musda kali ini didominasi oleh kader aktif partai politik tertentu di Kota Jayapura.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mencederai proses demokrasi di tubuh organisasi kepemudaan.

“Jika proses organisasi didominasi oleh kepentingan politik praktis, tentu ini menjadi kemunduran bagi demokrasi di tubuh KNPI,” pungkasnya.

Laporan: Andre Fonataba

Related Posts

Fraksi Nasdem Klarifikasi Isu Pergantian Ketua DPRK Jayapura

Spread the love

Spread the loveFoto: Irfan | Ketua Fraksi NasDem DPR Kabupaten Jayapura, Irsandi Lulunbara didampingi Sekretaris Fraksi NasDem DPR Kabupaten Jayapura, Alfred Kreuta saat memberikan keterangan pers terkait isu pergantian Ketua…

Rajut Silaturahmi di Bulan Suci, Keluarga Besar SMPN 2 Sentani Gelar Bukber

Spread the love

Spread the loveFoto: Irfan | Tampak Kepala SMPN 2 Sentani, Murni, S.Pd., berpose bersama para guru dan tamu undangan dalam acara buka puasa bersama keluarga besar SMPN 2 Sentani di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Fraksi Nasdem Klarifikasi Isu Pergantian Ketua DPRK Jayapura

Fraksi Nasdem Klarifikasi Isu Pergantian Ketua DPRK Jayapura

Rajut Silaturahmi di Bulan Suci, Keluarga Besar SMPN 2 Sentani Gelar Bukber

Rajut Silaturahmi di Bulan Suci, Keluarga Besar SMPN 2 Sentani Gelar Bukber

“Berbagi Itu Indah”, Wartawan Jayapura Bagi Takjil untuk Warga di Simpang Bandara

“Berbagi Itu Indah”, Wartawan Jayapura Bagi Takjil untuk Warga di Simpang Bandara

Polsek Kemtuk Gresi Turun ke Jalan, Bagikan Takjil untuk Warga di Hatib dan Karyabumi

Polsek Kemtuk Gresi Turun ke Jalan, Bagikan Takjil untuk Warga di Hatib dan Karyabumi

Pencopotan Caretaker KNPI Japsel Picu Polemik, Yosep Mandosir Buka Suara

Pencopotan Caretaker KNPI Japsel Picu Polemik, Yosep Mandosir Buka Suara

Musda KNPI Kota Jayapura Memanas, Pencopotan Caretaker Japsel Picu Tudingan Intervensi Politik

Musda KNPI Kota Jayapura Memanas, Pencopotan Caretaker Japsel Picu Tudingan Intervensi Politik